Maududi, Ahmad Farhan (2026) Analisis Kewenangan Keluarga Perempuan dalam Penentuan Sundrang pada Masyarakat Bugis-Makassar di Masalembu: Perspektif Hukum Adat dan Fikh Munakahat. Diploma thesis, Universitas Darunnajah.
COVER.pdf
Download (159kB)
LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (259kB)
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (246kB)
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN.pdf
Download (270kB)
ABSTRAK.pdf
Download (487kB)
BAB 1.pdf
Download (368kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (804kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (355kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (782kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (287kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (267kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Sundrang merupakan tradisi masyarakat Bugis-Makassar berupa pemberian dari pihak laki-laki kepada keluarga perempuan sebelum perkawinan dilangsungkan. Penelitian ini membahas kewenangan keluarga perempuan dalam penentuan Sundrang pada masyarakat Bugis-Makassar di Kecamatan Masalembu berdasarkan perspektif hukum adat dan fikih munakahat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik penentuan Sundrang, mengkaji kewenangan keluarga perempuan dalam penentuan Sundrang menurut hukum adat, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif fikih munakahat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum adat Bugis-Makassar, kewenangan keluarga perempuan dalam menentukan Sundrang memperoleh legitimasi dari sistem Pangadareng dan nilai Siri’ sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat perempuan. Namun, dalam praktiknya terjadi pergeseran fungsi Sundrang menjadi simbol prestise sosial yang berpotensi menghambat bahkan menggagalkan perkawinan. Berdasarkan Teori Resepsi A Contrario, praktik adat tersebut hanya dapat dipertahankan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Dari perspektif fikih munakahat, Sundrang bukan merupakan syarat maupun rukun perkawinan. Oleh karena itu, menjadikan pemenuhan Sundrang sebagai syarat kerelaan wali tidak memiliki dasar dalam fikih munakahat dan dapat mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan perkawinan yang dikehendaki syariat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sundrang, Hukum Adat Bugis-Makassar, Resepsi A Contrario, Fikih Munakahat. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email nurhakim@darunnajah.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 04:06 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 07:14 |
| URI: | http://repository.darunnajah.ac.id/id/eprint/183 |
