Pemanfaatan Media Sosial Pada Proses Ta’aruf Dalam Perspektif Fikih Munakahat

Zulfa Amaliyah, NIM 2011012 (2024) Pemanfaatan Media Sosial Pada Proses Ta’aruf Dalam Perspektif Fikih Munakahat. Other thesis, Universitas Darunnajah.

[thumbnail of Zulfa_2011012 - Zulfa Amaliah.pdf] Text
Zulfa_2011012 - Zulfa Amaliah.pdf

Download (1MB)

Abstract

Di era digital, media sosial telah mengubah langkah interaksi sosial, termasuk dalam konteks pencarian pasangan hidup bagi umat Muslim. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana platform media sosial digunakan dalam proses ta'aruf online dan implikasinya terhadap prinsip-prinsip fikih munakahat. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (literature riview). Penelitian ini menganalisis bahwa ta'aruf online melalui media sosial menawarkan efisiensi dan jangkauan yang luas dalam pencarian pasangan. Namun, praktik ini juga menimbulkan tantangan baru dalam perspektif fikih munakahat, terutama terkait verifikasi identitas, privasi, dan batasan interaksi antar gender. Studi ini mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk reinterpretasi beberapa aspek fikih munakahat agar relevan dengan konteks digital, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip syariah. Adapun dari hasil penelitian ini ialah: 1. Agama islam telah menetapkan batasan pada hubungan antara laki-laki dan perempuan. Ta’aruf dalam islam ialah proses perkenalan untuk mengetahui calon suami atau istri yang ingin dinikahi dengan bantuan orang lain dan sesuai dengan syriat islam untuk menuju jenjang pernikahan. 2. Ta’aruf online melalui Instagram merupakan proses ta’aruf yang didukung secara online oleh akun ta’aruf di jejaring sosial instagram. Jika pada ta’aruf offline para pelaku ta’aruf berkenalan melalui perantara dengan orang-orang yang mengenal pelaku ta’aruf secara pribadi, maka dalam ta’aruf online perkenalannya dilakukan di jejaring sosial Instagram, yang dimediasi oleh akun-akun yang dibuat untuk tujuan ta’aruf, dimana akun tersebut dibuat pemilik dan pengurus tidak mengenal peserta pribadi. 3. Menurut fikih munakahat melakukan ta’aruf secara online melalui media sosial diperbolehkan dan harus memperhatikan adab dan tata cara ta’aruf yang sesuai dengan syari’at islam. Yang pertama ialah niat, yang kedua ialah selama proses ta’aruf harus ada wali atau pendamping, dan yang ketiga ialah melihat calon pasangan (nadhar).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Media Sosial, Ta’aruf Online, Fikih Munakahat
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Agama Islam > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Unnamed user with email nurhakim@darunnajah.ac.id
Date Deposited: 07 Jan 2025 07:27
Last Modified: 08 Jan 2025 02:25
URI: http://repository.darunnajah.ac.id/id/eprint/65

Actions (login required)

View Item
View Item